高専の最初の1ヶ月

 

伊勢神宮

 

Gimana nih kehidupan kousen setelah dari sekolah bahasa??

Bener gak sih bakal jadi 留学生 (Mahasiswa Asing) sendirian di kousen??

Teman – teman orang Jepang nya bagaimana??

方言 (Dialek) nya kental banget ya??

.

.

.

Sebelum datang ke kousen dan menjalaninya sendiri, pertanyaan – pertanyaan seperti itu mungkin sangat sering aku tanyakan kepada senpai – senpai yang berkunjung ke JASSO. Pertanyaan – pertanyaan yang kurang lebih memiliki inti yang sama, bagaimana kehidupan di Kousen nantinya. Tapi walaupun sudah banyak sekali pertanyaan yang aku ajukan, hasilnya masih tetap sama. Khawatir, gugup, sedikit takut, dan beragam perasaan lainnya masih tetap ada dan terkadang malah mejadi makin kuat.

.

3 April 2017

.

Pada tanggal tersebut, akhirnya aku pergi juga ke Suzuka Kousen, Kousen tempat aku akan menlajutkan pendidikan selama 3 tahun kedepan. Aku masih ingat betapa kagetnya aku saat sampai di kamar dorm dan mungkin pertama kalinya merasakan rasa benar – benar sendirian. Karena aku datangnya sebelum siswa lainnya datang dan dorm untuk 留学生 itu dipisah, jadinya ya gitu… bener – bener merasa sendirian. Tapi sebernarnya itu bukan pertama kalinya aku merasakan ‘kesendirian’ yang seperti itu. Waktu aku pertama kali sampai di Tokyo, hari pertama, setelah masuk kamar dan bersiap untuk tidur, aku juga merasakan hal yang sama, merasa sendirian. Tapi seiring berjalanannya waktu, rasa ‘kesendirian’ itu perlahan menghilang dan bisa dibilang setahun di Tokyo merupakan satu tahun yang sangat berarti bagi aku.

Karena itulah, walaupun aku merasa sangat sendirian setelah sampai di dorm kousen, aku yakin bahwa dengan berjalanannya waktu, aku gak bakal merasa sendirian lagi. Dan memang, besoknya dengan segala kegiatan yang ada, aku tidak merasa se-sendirian itu (?).

Minggu pertama aku di Kousen, aku disibukkan dengan segala kegiatan seperti Upacara Penerimaan Mahasiswa Baru (入学式), Guidance, Orientasi, dan semacamnya. Dan pada   Jum’at pada minggu pertama aku di kousen, pelajaran dimulai.

Awalnya sedikit agak kaget, karena walaupun sudah ‘biasa’ mempergunakan Bahasa Jepang dalam pelajaran, tapi dulu hal yang dipelajari adalah Bahasa Jepang-nya itu sendiri. Sedangkan disini, aku mempergunakan Bahasa Jepang itu untuk belajar Kimia Organik, Kimia Analitik, dan bahkan untuk menulis laporan. Jadi ya awal – awal sedikit agak kaget dan bingung. Tapi perlahan – lahan, dengan keadaan yang tidak setegang minggu – minggu awal, penjelasan para Sensei makin tidak susah untuk dimengerti.

.

Kalau soal teman orang jepangnya gimana nih?

.

Teman – teman sekelas aku sangat BAIIIIIKKKK. Awalnya aku sedikit takut juga, karena banyak yang bilang orang jepang itu sangat pemalu dan jarang untuk mau kenal dengan orang asing. Tapi teman – teman aku disini sangat welcome dan baik sekali. Cuma, terkadang sifat introvert-nya aku keluar dan pengen sendirian yang menyebabkan aku belum terlalu dekat dengan teman – teman sekelas aku. Ditambah dikelas aku duduk di barisan paling depan sehingga aku yang masih nervous ini makin nervous saat pelajaran dan jadinya waktu di sekolah aku jadi jarang ngobrol dengan yang lain. Tapi setelah ini aku bakal lebih  berusaha untuk lebih banyak ngomong ke mereka dan berdoa bisa cepat pindah tempat duduk, HAHAHA.

Tapi masih ada satu hal yang membuat aku susah untuk berbicara dengan teman – teman sekelas aku. 方言(Dialek). Jadi untuk penjelasan pelajaran oleh sensei, aku tidak terlalu kesulitan untuk memahaminya, tapi untuk memahami percakapan teman sekelas, itu pusingnya setengah mati. Banyak banget kata yang pengucapannya berbeda dengan pengucapan yang aku pelajari saat di sekolah bahasa. Ditambah dengan kecepatan berbicara mereka yang juga ‘lumayan’, sukses membuat aku kebingungan. Tapi dengan sebulan aku berada disini, aku merasa dengan adanya 方言 tersebut bisa menjadi satu sarana untuk makin belajar Bahasa Jepang itu sendiri. Jadi, sekarang aku juga sedang mempelajari 方言 😀

Pokoknya sebulan ini benar – benar sebulan yang sangat ‘berat’ karena banyak sekali hal baru, banyak sekali pengalaman, dan banyak sekali memori yang sudah aku buat disini. Semoga bulan – bulan mendatang, saat badai ujian dan report melanda aku bisa mengahdapinya dengan baik.

.

.

.

P.s. Di Kousen benar – benar enggak ada apa – apa, jadi buat para Kouhai yang masih di Sekolah bahasa, pergunakan waktu kalian untuk explore Tokyo!!!

 

 

 

Advertisements